I made this widget at MyFlashFetish.com.

Monday, September 13, 2010

FoR The ReSt Of My liFE -ParT 2


BERSALAMAN dan bermaafan menjadi antara kemestian setiap kali menjelang lebaran. Bagi setiap keluarga, bersalaman lazimnya dilakukan pada pagi Aidilfitri. Bermula dengan isteri mencium tangan suami diikuti anak menghulurkan salam kepada ibu dan bapa, budaya ini bagaikan sudah sebati dalam masyarakat kita. Jika tidak berkesempatan melakukannya pada pagi raya, anda boleh menghulurkan salam apabila bersua. Aidilfitri diraikan sebulan, manfaatkan sebaiknya untuk memohon kemaafan.
Dipagi raye kami anakanda-anakanda kepada Drs Ab Aziz Hj Omar & Norhayati Ab Ghani memohon restu dan kemaafan.








Dan hendaklah engkau merendah diri kepada keduanya kerana belas kasihan dan kasih sayangmu, dan doakanlah (untuk mereka, dengan berkata): “Wahai Tuhanku! Cucurilah rahmat kepada mereka berdua sebagaimana mereka telah mencurahkan kasih sayangnya memelihara dan mendidikku semasa kecil.” [Al-Israa’ 17: 24]

FoR The ReSt Of My liFE -ParT 1

Hati ini berbunga2 kegembiraan setelah menjelang Syawal nan mulia.Dilimpahi dengan kasih sayang ma, ayah dan adik2 tersayang.Nikmat yg Allah swt kurniakan ini akan ku syukuri hingga keakhirnya.Amin. Fajar menyinsing pada 1 Syawal,segalanya berlaku dgn suasana kegirangan.Alhamdulillah.Berkesempatan pada hari ini untuk meluahkan perasaan hati yg bahagia.



Inilah anakanda-anakanda kepada Drs. Ab Aziz Hj.Omar & Nor Hayati Ab Ghani. Iaitu 4 orang putera dan 2 orang puteri tersayang.

Anakanda Muhammad Amiin Ridhuwan Bin Ab Aziz bersama isteri Nurul Fazrina Razali


Anakanda Nur Ismilida Ab Aziz


Anakanda Muhammad Omar Syafiq Bin Ab Aziz


Anakanda Muhammad Syarifuddin Bin Ab Aziz


Anakanda Nur Farah Izzati Binti Ab Aziz


Anakanda Muhammad Firdaus Asyraf Bin Ab Aziz


Rasulullah (saw) bersabda : Kebaikan yang paling cepat memperoleh ganjaran pahala ialah kebajikan dan silaturahim. Dan kejahatan yang paling cepat mendapat hukuman ialah kezaliman dan memutuskan hubungan kekeluargaan.

(Hadith Riyawat Ibnu Majah)

Ya Tuhan kami, berilah keampunan kepadaku dan kedua ibubapaku dan seluruh orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).

(Ibrahim [14] : 41)

Wahai Tuhanku, ilhamkanlah daku supaya tetap bersyukur akan nikmatMu yang Engkau kurniakan kepadaku dan kepada ibu bapaku dan supaya aku tetap mengerjakan amal soleh yang Engkau redai; dan jadikanlah sifat-sifat kebaikan meresap masuk ke dalam jiwa zuriat keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dan sesungguhnya aku dari orang-orang Islam (yang tunduk patuh kepadaMu).

(Al -Ahqaf [46] : 15)

Friday, September 3, 2010

AnDai SeMuA OraNG MemahaMI;-)


Sempena hari Jumaat, hari yang dimuliakan oleh seluruh ummat Muslimin & Muslimat..hari yg penuh dgn keberkatan lebih2 lagi bersempena dgn Ramadhan al-Mubarak,warkah ini diilhamkan..

Awalnye aku tidak percaya akan diri..
Dengan pakaian yang tertutup rapi
Kawan2 berkata aku tidak trendy..
Tapi ayahanda berkata aku cantik begitu juga bonda (hikhik)

Wahai kawan yang bermimpi sanjungan..
Cantik bukan bererti buka-bukaan, dedah dedahan..
Cantik bukan beerti selalu berdandan (cukupla utk tatapan suami)
Cantik bukan terlalu ober tabbarruj..
bertabbaruj la (menghias diri mengikut syariat Islam)
Dan cantik bukan bererti seorang pujaan..
"Dan tetaplah di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkahlaku (tabarruj) seperti orang-orang jahiliah dahulu". (Al-Ahzab:33)

Ku ulurkan jilbabku hingga terase damainye hatiku..
Ku longgarkan pakaianku sehingga tertutup bentuk tubuhku..
Ku lakukan semuanyer itu demi cintaku pada Rabbi-ku..
Dan hati ini berbisik, agar Engkau meredhaiku..

Andai kata semua bleh memahami & menghayati..
Cantik lahir bukanlah ukuran..
Tapi cantik hati memikat semua org..
Dan yang utama berbudi pekerti..
Seperti yang Rasul contohkan.




-hamba yang dhaif serba kekurangan...yang baik itu kite saling berkongsi, yang kurang itu kite saling meneguri.
Salam Aidilfiri buat ayah bonda, adik beradik tsyg, lecturer UIAM Kuantan,teman2 INSTEDT,teman2 UIAM,teman2 seangkatan ,muslimin dan muslimat yg dirahmati Allah. Amin

Tuesday, August 24, 2010

MENYINGKAP KETAATAN UWAIS AL-QARNI



KETAATAN UWAIS AL-QARNI PADA JUNJUNGAN RASULULLAH

Pada kali ini Ana memilih tokoh Islam yang begitu sinonim namanya dengan ketaatan pada Rasulullah saw serta kpd ibunya yang tiada taranya. Sudah lama Ana jatuh cinta, jatuh hati pada keperibadian insan yang bernama Uwais al-Qarni. InsyaAllah ,nama ini akan terpahat sebagai anak-anak Ana suatu hari nanti.Ana doakan hamba-hamba Allah yang bernama Uwais al-Qarni mampu memiliki kehebatan dan keteguhan iman seperti tokoh islam itu.
Pada zaman Nabi Muhammad SAW, ada seorang pemuda bermata biru, rambutnya merah, dada lapang panjang, berpenampilan cukup tampan, kulitnya kemerah-merahan, dagunya menempel di dada selalu melihat pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk selendangan, tiada orang yang menghiraukan, tak dikenal oleh penduduk bumi akan tetapi sangat terkenal di langit. Dia, jika bersumpah demi Allah pasti terkabul. Pada hari kiamat nanti ketika semua ahli ibadah dipanggil disuruh masuk surga, dia justeru dipanggil agar berhenti dahulu dan disuruh memberi syafa’at, ternyata Allah memberi izin dia untuk memberi syafa’at sejumlah qobilah Robi’ah dan qobilah Mudhor, semua dimasukkan syurga tak ada yang ketinggalan karenanya. Dia adalah “Uwais al-Qarni”. Ia tak dikenal banyak orang dan juga miskin, banyak orang suka mentertawakan,mengolok-olok, dan menuduhnya sebagai tukang membujuk, tukang mencuri serta berbagai macam umpatan dan penghinaan lainnya.
Seorang fuqoha’ negeri Kuffah, kerana ingin duduk dengannya, memberinya hadiah dua helai pakaian, tapi tak berhasil dengan baik, kerana hadiah pakaian tadi diterima lalu dikembalikan lagi olehnya seraya berkata : “Aku khuawatir, nanti sebagian orang menuduh aku, dari mana kamu dapatkan pakaian itu, kalau tidak dari memujuk pasti dari mencuri”.
Pemuda dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak family kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, Uwais bekerja sebagai penggembala kambing. Upah yang diterimanya hanya cukup untuk sekadar menampung sehariannya bersama Sang ibu, bila ada kelebihan, ia pergunakan untuk membantu tetangganya yang hidup miskin dan serba kekurangan seperti keadaannya. Kesibukannya sebagai penggembala kambing dan merawat ibunya yang lumpuh dan buta, tidak mempengaruhi kegigihan ibadahnya, ia tetap melakukan puasa di siang hari dan bermunajat di malam harinya.Uwais al-Qarni telah memeluk Islam pada masa negeri Yaman mendengar seruan Nabi Muhammad SAW. yang telah mengetuk pintu hati mereka untuk menyembah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, yang tak ada sekutu bagi-Nya.Islam mendidik setiap pemeluknya agar berakhlak luhur. Peraturan-peraturan yang terdapat di dalamnya sangat menarik hati Uwais, sehingga setelah seruan Islam datang di negeri Yaman, ia segera memeluknya, karena selama ini hati Uwais selalu merindukan datangnya kebenaran. Banyak tetangganya yang telah memeluk Islam, pergi ke Madinah untuk mendengarkan ajaran Nabi Muhammad SAW secara langsung.
Sekembalinya di Yaman, mereka memperbaharui rumah tangga mereka dengan cara kehidupan Islam.Alangkah sedihnya hati Uwais setiap melihat tetangganya yang baru datang dari Madinah. Mereka itu telah “bertamu dan bertemu” dengan kekasih Allah penghulu para Nabi, sedang ia sendiri belum. Kecintaannya kepada Rasulullah menumbuhkan kerinduan yang kuat untuk bertemu dengan sang kekasih, tapi apalah daya ia tak punya bekal yang cukup untuk ke Madinah, dan yang lebih ia beratkan adalah sang ibu yang jika ia pergi, tak ada yang merawatnya.Di ceritakan ketika terjadi perang Uhud Rasulullah SAW mendapat cedera dan giginya patah karena dilempari batu oleh musuh-musuhnya. Kabar ini akhirnya terdengar oleh Uwais. Ia segera memukul giginya dengan batu hingga patah. Hal tersebut dilakukan sebagai bukti kecintaannya kepada beliau SAW, sekalipun ia belum pernah melihatnya. Hari berganti dan musim berlalu, dan kerinduan yang tak terbendung membuat hasrat untuk bertemu tak dapat dipendam lagi. Uwais merenungkan diri dan bertanya dalam hati, kapankah ia dapat menziarahi Nabinya dan memandang wajah beliau dari dekat ? Tapi, bukankah ia mempunyai ibu yang sangat memerlukan perawatannya dan sukar ditingalkan sendiri, hatinya selalu gelisah siang dan malam menahan kerinduan untuk berjumpa.Akhirnya, pada suatu hari Uwais mendekati ibunya, mengeluarkan isi hatinya dan memohon izin kepada ibunya agar diperkenankan pergi menziarahi Nabi SAW di Madinah. Sang ibu, walaupun telah uzur, merasa terharu ketika mendengar permohonan anaknya. Beliau memaklumi perasaan Uwais, dan berkata : “Pergilah wahai anakku ! temuilah Nabi di
rumahnya. Dan bila telah berjumpa, segeralah engkau kembali pulang”.
Dengan rasa gembira ia berkemas untuk berangkat dan tak lupa menyiapkan keperluan ibunya yang akan ditinggalkan serta berpesan kepada tetangganya agar dapat menemani ibunya selama ia pergi. Sesudah mendapat keizinan sambil menciumi sang ibu, berangkatlah Uwais menuju Madinah yang berjarak kurang lebih empat ratus kilometer dari Yaman. Medan yang begitu ganas dilaluinya, tak peduli penyamun gurun pasir, bukit yang curam, gurun pasir yang luas yang dapat menyesatkan dan begitu panas di siang hari, serta begitu dingin di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SAW yang selama ini dirindukannya. Tibalah Uwais al-Qarni di kota Madinah. Segera ia menuju ke rumah Nabi SAW, diketuknya pintu rumah itu sambil mengucapkan salam. Keluarlah sayyidatina ‘Aisyah r.a., sambil menjawab salam Uwais. Segera saja Uwais menanyakan Nabi yang ingin dijumpainya. Namun ternyata beliau SAW tidak berada di rumah melainkan berada di medan perang. Betapa kecewa hati sang perindu, dari jauh ingin berjumpa tetapi yang dirindukannya tak berada di rumah. Dalam hatinya bergolak perasaan ingin menunggu kedatangan Nabi SAW dari medan perang. Tapi, kapankah beliau pulang ? Sedangkan
masih terngiang di telinga pesan ibunya yang sudah tua dan sakit-sakitan itu, agar ia cepat pulang ke Yaman,” Engkau harus lekas pulang”. Karena ketaatan kepada ibunya, pesan ibunya tersebut telah mengalahkan suara hati dan kemahuannya untuk menunggu dan berjumpa dengan Nabi SAW. Ia akhirnya dengan terpaksa mohon keizinan kepada sayyidatina ‘Aisyah r.a. untuk segera pulang ke negerinya. Dia hanya
menitipkan salamnya untuk Nabi SAW dan melangkah pulang dengan perasaan terharu.
Sepulangnya dari perang, Nabi SAW langsung menanyakan tentang kedatangan orang yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahawa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rasulullah SAW, sayyidatina ‘Aisyah r.a. dan para sahabatnya terpegun. Menurut informasi sayyidatina ‘Aisyah r.a., memang benar ada yang
mencari Nabi SAW dan segera pulang kembali ke Yaman, karena ibunya sudah tua dan sakit-sakitan sehingga ia tidak dapat meninggalkan ibunya terlalu lama. Rasulullah SAW bersabda : “Kalau kalian ingin berjumpa dengan dia (Uwais al-Qarni), perhatikanlah, ia mempunyai tanda putih di tengah-tengah telapak tangannya.” Sesudah itu beliau, memandang kepada sayyidina Ali k.w. dan sayyidina Umar r.a. dan bersabda : “Suatu ketika, apabila kalian bertemu dengan dia, mintalah do’a dan istighfarnya, dia adalah penghuni langit dan bukan penghuni bumi”.
Tahun terus berjalan, dan tak lama kemudian Nabi SAW wafat, hingga kekhalifahan sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. telah dipersoalkn Khalifah Umar r.a. Suatu ketika, khalifah Umar teringat akan sabda Nabi SAW. tentang Uwais al-Qarni, sang penghuni langit. Beliau segera mengingatkan kepada sayyidina Ali k.w. untuk mencarinya bersama. Sejak itu, setiap ada kafilah yang datang dari Yaman, beliau berdua selalu menanyakan tentang Uwais al-Qorni, apakah ia turut bersama mereka.
Diantara kafilah-kafilah itu ada yang merasa hairan, apakah sebenarnya yang terjadi sampai-sampai ia dicari oleh beliau berdua. Rombongan kafilah dari Yaman menuju Syam silih berganti, membawa barang dagangan mereka.
Suatu ketika, Uwais al-Qorni turut bersama rombongan kafilah menuju kota Madinah. Melihat ada rombongan kafilah yang datang dari Yaman, segera khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. mendatangi mereka dan menanyakan apakah Uwais turut bersama mereka. Rombongan itu mengatakan bahwa ia ada bersama mereka dan sedang menjaga unta-unta mereka diperbatasan kota. Mendengar jawaban itu, beliau berdua bergegas pergi menemui Uwais al-Qorni. Sesampainya di khemah tempat Uwais berada, Khalifah Umar r.a. dan sayyidina Ali k.w. memberi salam. Namun rupanya Uwais sedang melaksanakan sholat. Setelah mengakhiri shalatnya, Uwais menjawab salam kedua tamu agung tersebut sambil bersalaman. Sewaktu berjabatan, Khalifah Umar segera membalikkan tangan Uwais, untuk membuktikan kebenaran tanda putih yang berada ditelapak tangan Uwais, sebagaimana pernah disabdakan oleh baginda Nabi SAW. Memang benar ! Dia penghuni langit. Dan ditanya Uwais oleh kedua tamu tersebut, siapakah nama saudara ? “Abdullah”, jawab Uwais. Mendengar jawaban itu, kedua sahabatpun tertawa dan mengatakan : “Kami juga Abdullah, yakni hamba Allah. Tapi siapakah namamu yang sebenarnya ?” Uwais kemudian berkata: “Nama saya Uwais al-Qorni”. Dalam pembicaraan mereka, diketahuilah bahwa ibu Uwais telah meninggal dunia. Itulah
sebabnya, ia baru dapat turut bersama rombongan kafilah dagang saat itu. Akhirnya, Khalifah Umar dan Ali k.w. memohon agar Uwais berkenan mendo’akan untuk mereka. Uwais enggan dan dia berkata kepada khalifah:“Sayalah yang harus meminta do’a kepada kalian”. Mendengar perkataan Uwais, Khalifah berkata: “Kami datang ke sini untuk mohon do’a dan istighfar dari anda”. Kerana desakan kedua sahabat ini, Uwais al-Qorni
akhirnya mengangkat kedua tangannya, berdo’a dan membacakan istighfar.
Setelah itu Khalifah Umar r.a. berjanji untuk menyumbangkan wang negara dari Baitul Mal kepada Uwais, untuk jaminan hidupnya. Segera saja Uwais menolak dengan halus dengan berkata : “Hamba mohon supaya hari ini saja hamba diketahui orang. Untuk hari-hari selanjutnya,biarlah hamba yang fakir ini tidak diketahui orang lagi”. Setelah kejadian itu, nama Uwais kembali tenggelam tak terdengar beritanya. Tapi ada seorang lelaki pernah bertemu dan di tolong oleh Uwais , waktu itu kami sedang berada di atas kapal menuju tanah Arab bersama para pedagang, tanpa disangka-sangka angin taufan berhembus dengan kencang. Akibatnya hempasan ombak menghentam kapal kami
sehingga air laut masuk ke dalam kapal dan menyebabkan kapal semakin berat. Pada saat itu, kami melihat seorang laki-laki yang mengenakan selimut berbulu di dalam kapal yang kami tumpangi, lalu kami memanggilnya. Lelaki itu keluar dari kapal dan melakukan sholat di atas air. Betapa terkejutnya kami melihat kejadian itu. “Wahai
waliyullah,” Tolonglah kami !” tetapi lelaki itu tidak menoleh. Lalu kami berseru lagi,” Demi Zat yang telah memberimu kekuatan beribadah, tolonglah kami!”Lelaki itu menoleh kepada kami dan berkata: “Apa yang terjadi ?” “Tidakkah engkau melihat bahawa kapal dihembus angin dan dihantam ombak ?”tanya kami. “Dekatkanlah diri kalian pada Allah !“katanya. “Kami telah melakukannya.” “Keluarlah kalian dari kapal
dengan membaca bismillahirrohmaanirrohiim!” Kami pun keluar dari kapal satu persatu dan berkumpul di dekat itu. Pada saat itu jumlah kami lima ratus jiwa lebih. Sungguh ajaib, kami semua tidak tenggelam, sedangkan perahu kami berikut isinya tenggelam ke dasar laut. Lalu orang itu berkata pada kami ,”Tak apalah harta kalian menjadi korban
asalkan kalian semua selamat”. “Demi Allah, kami ingin tahu, siapakah nama Tuan ? “Tanya kami. “Uwais al-Qorni”. Jawabnya dengan singkat. Kemudian kami berkata lagi kepadanya, “Sesungguhnya harta yang ada di kapal tersebut adalah milik orang-orang fakir di Madinah yang dikirim oleh orang Mesir.” “Jika Allah mengembalikan harta kalian. Apakah kalian akan membagi-bagikannya kepada orang-orang fakir di Madinah?”
tanyanya.”Ya,”jawab kami. Orang itu pun melaksanakan sholat dua rakaat di atas air, lalu berdo’a. Setelah Uwais al-Qorni mengucap salam, tiba-tiba kapal itu muncul ke permukaan air, lalu kami menumpanginya dan meneruskan perjalanan. Setibanya di Madinah, kami membagi-bagikan seluruh harta kepada orang-orang fakir di Madinah, tidak satupun yang tertinggal. Beberapa waktu kemudian, tersiar kabar kalau Uwais al-Qorni telah pulang ke rahmatullah. Anehnya, pada saat dia akan dimandikan
tiba-tiba sudah banyak orang yang berebutan untuk memandikannya. Dan ketika dibawa ke tempat pembaringan untuk dikafani, di sana sudah ada orang-orang yang menunggu untuk mengkafaninya. Demikian pula ketika orang pergi hendak menggali kuburnya. Di sana ternyata sudah ada orang-orang yang menggali kuburnya hingga selesai. Ketika usungan dibawa menuju ke pekuburan, luar biasa banyaknya orang yang berebutan untuk mengusungnya. Dan Syeikh Abdullah bin Salamah menjelaskan, “ketika aku ikut mengurusi jenazahnya hingga aku pulang dari mengantarkan jenazahnya, lalu aku bermaksud untuk kembali ke tempat penguburannya guna memberi tanda pada kuburannya, akan tetapi sudah tak terlihat ada bekas kuburannya. (Syeikh Abdullah bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa
pemerintahan sayyidina Umar r.a.) Meninggalnya Uwais al-Qorni telah menggemparkan masyarakat kota Yaman. Banyak terjadi hal-hal yang amat menghairankan. Sedemikian banyaknya orang yang tak dikenal berdatangan untuk mengurus jenazah dan pemakamannya, padahal Uwais adalah seorang fakir yang tak dihiraukan orang. Sejak ia dimandikan sampai ketika jenazahnya hendak diturunkan ke dalam kubur, di situ selalu ada orang-orang yang telah siap melaksanakannya terlebih dahulu. Penduduk kota Yaman tercengang.
Mereka saling bertanya-tanya : “Siapakah sebenarnya engkau wahai Uwais al-Qorni ? Bukankah Uwais yang kita kenal, hanyalah seorang fakir yang tak memiliki apa-apa, yang kerjanya hanyalah sebagai penggembala kambing dan unta ? Tapi, ketika hari wafatmu, engkau telah menggemparkan penduduk Yaman dengan hadirnya manusia-manusia asing yang tidak pernah kami kenal. Mereka datang dalam jumlah sedemikian banyaknya. Agaknya mereka adalah para malaikat yang di turunkan ke bumi, hanya untuk mengurus jenazah dan pemakamannya. Baru saat itulah penduduk Yaman mengetahuinya siapa “Uwais al-Qorni” ternyata ia tak terkenal di bumi tapi terkenal di langit.

Creadit to Sang Hamba

Thursday, August 19, 2010

Edisi Wanita:Ketika Allah Memilihmu Untukku..




Pilihan sajak yang Ana publishkan ini begitu menarik.Memandangkan Ana belum memiliki seorang suami, jadi Ana publishkan sbg bacaan umum.Nukilan dari seorang hamba Allah yang begitu kreatif mampu membuat hati-hati pembaca tersentuh.

Creadited to Aztriana 180610/ 01'50 Makassar

Padamu yang Allah pilihkan dalam hidupku..
Ingin ku beri tahu padamu..
Aku hidup dan besar dari keluarga bahagia..
Orang tua yg begitu sempurna..
Dengan cinta yg begitu sempurna..
Aku dibesarkan dgn limpahan kasih yang tak terhingga..
Maka, padamu ku katakan..
Saat Allah memilihmu dalam hidupku,
Maka saat itu Dia berharap, kau pun sanggup melimpahkan cinta padaku..
Memperlakukanku dgn sayang yang begitu indah..


Padamu yang Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, aku hanya wanita biasa dengan begitu banyak kekurangan dalam diriku,
Aku bukanlah wanita sempurna, seperti yang mungkin kau harapkan..
Maka, ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Dia ingin menyempurnakan kekuranganku dgn keberadaanmu.
Dan aku tahu, Kaupun bukanlah laki-laki yang sempurna..
Dan ku berharap ketidaksempurnaanku mampu menyempurnakan dirimu..
Karena kelak kita akan satu..
Aibmu adalah aibku, dan indahmu adalah indahku,
Kau dan aku akan menjadi 'kita'..


Padamu yg Allah pilihkan untukku..
Ketahuilah, sejak kecil Allah telah menempa diriku dgn ilmu dan tarbiyah,
Membentukku menjadi wanita yg mencintai Rabbnya..
Maka ketika Dia memilihmu untukku,
Maka saat itu, Allah mengetahui bahwa kaupun telah menempa dirimu dgn ilmuNya.. Maka gandeng tanganku dalam mengibarkan panji-panji dakwah dalam hidup kita..
Itulah visi pernikahan kita..
Ibadah pada-Nya ta'ala..


Padamu yg Allah tetapkan sebagai nahkodaku..
Ingatlah.. Aku adalah mahlukNya dari tulang rusuk yang paling bengkok..
Ada kalanya aku akan begitu membuatmu marah..
Maka, ketahuilah.. Saat itu Dia menghendaki kau menasihatiku dengan hikmah,
Sungguh hatiku tetaplah wanita yg lemah pada kelembutan..
Namun jangan kau coba meluruskanku, karena aku akan patah..
Tapi jangan pula membiarkanku begitu saja, karena akan selamanya aku salah..
Namun tatap mataku, tersenyumlah..
Tenangkan aku dgn genggaman tanganmu..
Dan nasihati aku dgn bijak dan hikmah..
Niscaya, kau akan menemukanku tersungkur menangis di pangkuanmu..
Maka ketika itu, kau kembali memiliki hatiku..


Padamu yang Allah tetapkan sebagai atap hunianku..
Ketahuilah, ketika ijab atas namaku telah kau lontarkan..
Maka dimataku kau adalah yang terindah,
Kata2mu adalah titah untukku,
Selama tak bermaksiat pada Allah, akan ku penuhi semua perintahmu..
Maka kalau kau berkenan ku meminta..
Jadilah bahtera dan mahligai yg indah, yang kukuh…
Yang mampu membuatku dan anak-anak kita nyaman dan aman di dalamnya..


Padamu yang Allah pilih menjadi penopang hidupku…
Dalam istana kecil kita akan hadir buah hati-buah hati kita..
Maka didiklah mereka menjadi generasi yg dirindukan syurga..
Yang di pundaknya akan diisi dgn amanah-amanah dakwah,
Yang ruh dan jiwanya selalu merindukan jihad..
Yang darahnya mengalir darah syuhada..
Dan ku yakin dari tanganmu yg penuh berkah, kau mampu membentuk mereka..
Dengan hatimu yg penuh cinta, kau mampu merengkuh hati mereka..
Dan aku akan selalu jatuh cinta padamu..


Padamu yang Allah pilih sebagai imamku…
Ku memohon padamu.. Ridholah padaku,
Sungguh Ridhomu adalah Ridho Ilahi Rabbi..
Mudahkanlah jalanku ke Surga-Nya..
Karena bagiku kau adalah kunci Surgaku..

Tuesday, August 17, 2010

Edisi LeLAki:Ketika Allah Memilihku UntukMu


Ya Allah….
Buatlah aku menjadi seorang lelaki yang dapat membuat seorang wanita bangga...
Berikan aku sebuah hati yang sungguh mencintai-Mu, sehingga aku dapat mencintainya dengan cinta-Mu,
Bukan mencintainya dengan sekadar cintaku..
Berikanlah aku mata-Mu, sehingga aku dapat melihat banyak hal dalam dirinya..
Berikanlah aku mulut-Mu yang penuh dengan kata-kata bijak dan pemberi semangat,
Sehingga aku selalu dapat mendukungnya setiap hari....
Berikanlah aku bibir-Mu, dan aku akan selalu tersenyum kepadanya
Kami bersyukur kepada-Mu yang telah mempersatukan kami
Memberi seorang yang dapat melengkapi hidup kami menjadi sempurna
Dan Engkau mempertemukan kami pada waktu yang tepat,
Yang akan membuat segalanya indah pada waktu yang Engkau tentukan.

Ya Rabbana.....
jika aku jatuh hati, jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hati-Mu
Ya Allah...
jika aku jatuh cinta, cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya pada-Mu agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu
Ya Allah..
jika aku jatuh hati, izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut pada-Mu,agar tidak terjatuh aku dalam jurang cinta semua
Ya Allah...
Engkau mengetahui bahawa hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah bersatu salam dakwah pada-Mu, telah berpadu dalam membela syariat-Mu,
ya Allah kukuhkanlah ikatannya, kekalkanlah cintanya, tunjukkanlah jalan-jalannya,
penuhilah hati kami ini dengan Nur-Mu yang tiada pernah pudar,
Lapangkanlah dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu

Credited to Sang Hamba

Sunday, August 15, 2010

BeLajArlaH MEmBeri .. Dari SeKaDar InGiN MeNeriMa..



Ini kisah dongeng. Kisah cinta antara dua darjat. kisah dimana hati dan perasaan tidak dapat menipu, walau mungkin disedari ia tidak akan menjadi kenyataan, atau mungkin saja perlu ada pengorbanan yang harus dilakukan.... Tersebutlah kisah, kononnya... ada seekor gagak yang sangat mencintai sekuntum mawar putih. Pada suatu hari, setelah sekian lama memendam, gagak melahirkan rasa kasih dan sayang nya pada mawar putih itu..bermulalah dialog antara mereka.

Gagak : Sudi tak Cik Mawar terima saya menjadi pasangan??

Mawar : I'm sorry... Cermin lah diri kau sikit..

Gagak : Saya betul2 sayangkan Cik Mawar.. Saya akan jaga Cik Mawar.

Mawar : Kau sedar tak yang kau tak layak langsung dengan aku...

Gagak : Tapi saya ikhlas...

Mawar : Dah la hitam, kurus... Boleh ke kau nak jaga dan sayang aku..

Gagak : Tolong lah terima saya...

Mawar : Baiklah, aku akan terima kau dengan satu syarat...

Gagak : Baiklah, apa syaratnya...

Mawar : Aku akan terima kalau kau dapat ubah warnaku "kecantikanku"...

Gagak pun rasa sangat sedih dan kecewa... Tapi masih belum berputus asa...

Keesokan harinya gagak bertemu mawar lagi... Gagak terbang di atas mawar putih itu, lalu gagak menghiris2 kulitnya dengan pisau... Mengalir lah darah gagak di atas mawar putih itu... Mawar putih berubah menjadi merah.. Mawar putih sangat terkejut dengan pengorbanan sang gagak. Tetapi malangnya sang gagak sudah tiada lagi di dunia ini... Mawar menangis dan menangis kerana baru tersedar tentang kesungguhan gagak, malangnya ia telah hilang pasangan yang betul2 menyayangi nya dan barulah dia sedar dirinya yang cantik takkan kekal cantik,sampai satu saat dia sendiri akan layu.

Moral : begitulah hidup, kita sering memburu dan menanti kesempurnaan, lalu ada waktunya kita terlepas pandang akan keistimewaan yang ada pada mereka yang kita anggap kurang.. begitulah andai cinta dilandaskan asbab...maka itu, terimalah pasangan kita seadanya, belajar menghargai dan melihat sisi unik perbezaan antara kita dan dia. Usah berusaha merubah pasangan menjadi seperti apa yang kita mahu, kerana itu bukan cinta. itu sekadar bayangan diri sendiri yang dibias oleh pasangan. bersyukur kerna kita diberi peluang oleh Allah untuk merasa dan menikmati cinta.

Asbab ada orang yang dalam hidupnya tidak pernah merasakan betapa indahnya hidup dalam cinta yang diredhai Ilahi, bilamana dalam hatinya penuh resah dan gelisah, penuh rasa tidak puas dan terlalu ingin sebagaimana kemahuan sendiri.

Baginya, pasangan yang ada itu, tidak memuaskan hati,. malah tidak mahu menerima apa yang telah dianugerahkan Allah swt untuknya.

Belajarlah memberi .. dari sekadar ingin menerima..
hargai dan sayangi apa yang kita ada.
bukan mengejar apa yang bukan kita punya....
-W salam-